Training Center KSR 2014

belajar palang merah dalam nuansa kebersamaan

Pengurus KSR PMI unit UM periode 2014

Awali dengan niat! Pikirkan dengan bijak! Lakukan dengan tanggung jawab!

Rekreasi bersama ke pantai Jonggring Salaka

Refreshing penuh tawa, Jonggring Salaka menjadi saksinya

Tampilkan postingan dengan label kepalangmerahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kepalangmerahan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 September 2013

Selamat Ulangtahun PMI ke 68


Minggu, 25 Agustus 2013

Buletin KSR PMI Unit UM 3





Selasa, 13 Agustus 2013

5 Manfaat Jadi Donor Darah

5 Manfaat Jadi Donor Darah

KOMPAS.com - Simbiosis mutualisme. Itulah yang akan kita rasakan jika kita melakukan donor darah, sebab setiap tetes darah yang kita sumbangkan tidak hanya dapat memberikan kesempatan hidup bagi yang menerima tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya.

Anggapan yang menyatakan mendonorkan darah bisa membuat kita menjadi lemas adalah salah. Saat kita mendonorkan darah, maka tubuh akan bereaksi langsung dengan membuat penggantinya. Jadi, kita tidak akan mengalami kekurangan darah. Selain membuat tubuh memproduksi darah-darah baru, ada lima manfaat kesehatan lain yang bisa kita rasakan:

1. Menjaga kesehatan jantung
Tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap  penyakit jantung. Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan risiko penyakit jantung.

2. Meningkatkan produksi sel darah merah
Donor darah juga akan membantu tubuh mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah. Tak perlu panik dengan berkurangnya sel darah merah, karena sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah yang telah hilang. Hasilnya, sebagai pendonor kita akan mendapatkan pasokan darah baru setiap kali kita mendonorkan darah. Oleh karena itu, donor darah menjadi langkah yang baik untuk menstimulasi pembuatan darah baru.

3. Membantu penurunan berat tubuh
Menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Sebab dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori kira-kira 650. Itu adalah jumlah kalori yang banyak untuk membuat pinggang kita ramping.

4. Mendapatkan kesehatan psikologis
Menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis. Sebuah penelitian menemukan, orang usia lanjut yang rutin menjadi pendonor darah akan merasakan tetap berenergi dan bugar.

5. Mendeteksi penyakit serius
Setiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa dari berbagai macam penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria. Bagi yang menerima donor darah, ini adalah informasi penting untuk mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusi darah. Sedangkan untuk kita, ini adalah "rambu peringatan" yang baik agar kita lebih perhatian terhadap kondisi kesehatan kita sendiri.

Setelah menginjak usia 18 tahun, cobalah untuk membiasakan diri mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali. Tidak hanya akan memberikan perasaan yang senang karena dapat membantu sesama, namun bermanfaat positif bagi kesehatan tubuh kita sendiri. Dan usia maksimal untuk melakukan kebiasaan baik ini adalah hingga berusia 60 tahun. Jadi jangan tunggu lama lagi, ayo… saatnya donor darah!

Jumat, 09 Agustus 2013

Kedaruratan Medis



Pemateri          : Zurriat Nindy

Kedaruratan Medis berhubungan dengan kasus medis adalah berhubungan dengan cedera yang tak terlihat, dalam kasus medis, kita hanya memberikan pertolongan pertama saja jika tidak dapat maka bisa dirujuk ke rumah sakit.
Contoh Kasus medis: Asma, pingsan, jantung, stroke, epilepsy
Ø  Kenapa diawal-awal untuk suhu dingin memicu sesak nafas?
Salah satu penyebab: tidak sarapan, siang masuk angin, sesak nafas
Penyakit bawaan dari: jantung, paru-paru, epilepsy, stroke, kejang napas, sengatan panas, step
Ø  Apa beda Histeria dengan Kesurupan??
Orang dengan hysteria ingin mendapat perhatian, sedangkan kesurupan tidak secara sadar. Orang yang hysteria masih bisa mengendalikan secara sadar. Pertolongan yang bisa diberikan pastikan tidak menyakiti dirinya sendiri. Dan ciri-cirinya gerakan tidak beraturan karena menahan sakit.
Ø  Apa bedanya asma dan sesak nafas?
Asma dikarenakan ada bakteri dalam paru-paru atau keturunan. Sedangkan sesak nafas dikarenakan menyempitnya pembuluh darah. Biasanya pada suhu dingin, kemungkinan besar terjadi penyempitan pembuluh darah.
·         Jantung : 1. serangan jantung ringan
   2. serangan jantung berat
            Ciri-ciri           :           nyeri hebat dirongga dada bagian kiri
            Penanganan:   diposisikan senyaman mungkin
·         Stroke
Ciri-ciri: kesemutan dalam jangka waktu yang lama (sudah muncul sebelum stroke yg  sebenarnya biasanya orang tersebut sudah bisa merasakan atau memperkirakan akan kena stroke)


Ø  Apakah orang yang selalu berkeringat dingin punya jantung lemah?
Tidak selalu, karena ada beberapa orang yang grogi bisa berkeringat. Jika gejalanya terjadi sehari-hari ada kemungkinan jantung lemah.
Jika suatu keluarga punya kecenderungan hipertensi ada kemungkinan besar punya kecenderungan lebih besar terkena stroke. Tetapi tidak selalu seorang yang punya tekanan darah rendah akan selamanya mempunyai tekanan darah rendah bisa juga karena pola makan yang salah menjadi tekanan darah tinggi.
Ayan atau epilepsi.
Ayan tidak perlu dihentikan karena ayan bisa berhenti sendiri. Penanganan: pencegahan biar tidak melukai diri sendiri seperti pada mulut diberi gulungan kain agar pasien tidak menggigit lidahnya (tidak dianjurkan menggigit benda keras seperti sendok, kayu, dll). Jika kuku tangan pasien panjang, tutupi dengan selimut untuk menghindari dia mencakar dirinya sendiri. Yang terpenting adalah melindungi kepalanya agar tidak terbentur seperti diberi bantalan atau benda yang lunak. Ayan biasanya tidak disadari oleh penderitanya.
·           Step, ciri-ciri:  kejang-kejang, panas tinggi
      Penanganan: - diberi bantalan es dilipatan tubuh seperti: leher, ketiak, paha  dimasukkan ke air
·           Kram,  akibat dari kekurangan elektrolit, atau kerja otot yang berlebihan
Penanganan: - dilemaskan jangan dipijat, posisikan lurus, dikompres air hangat
Misal   :  kram kaki; luruskan dan gerakan
·           Kejang panas
Penanganan: diberi minum elektrolit
·           Hiphotermia
 ciri-ciri menggigil, pingsan, luka lecet
Penanganan: - transfer panas dari kulit ke kulit
-          Mengganti pakaian yang basah
-          Minum hangat
-          Dipindah ke tempat yang lebih hangat
-          Diberi buli-buli panas di kaki, perut,  tangan.